Mengapa

Memang pernah ada rasa marah

Memang pernah ada rasa dendam

Tapi saya mencoba sekuat tenaga untuk memaafkan

Untuk melupakan dan mengubur dalam-dalam

Untuk melangkah maju dan bukan menoleh ke belakang

Tetapi mengapa ketika seseorang membuka luka lama itu

Mengapa cerita saya masih ada emosi di situ

Mengapa masih ada subjektifitas di situ

Mengapa marah itu masih ada

Mengapa dendam itu masih ada

*postingan melow ga jelas, mari salahkan PMS..*

Comments

  1. Marah dan dendam mah sifat alami manusia,
    hanya mengendalikan nya aja yang perlu keahlian khusus 😛

  2. The Pilot says:

    Aya naon deui ieu teh atuh??? 😀

  3. Hohoho… sini daku temenin nyalahin PMS.
    Dari kemaren uring2an.. (headbang)

  4. wanita yang lagi PMS cenderung menakutkan… 😆

  5. emosi mode on…. (giggle)

  6. hihihi.. PMS emang bikin emosi… (grin) *ikut2an nyalahin PMS

  7. merekonstruksi relasi akal, rasa, dan hati nurani dengan rutin akan melahirkan kedewasaan

  8. Fiuh..

    aku lebih mengapa rasa iri ini masih muncul..

    (headbang)

  9. Tanya mengapa
    Pasti karena 😀

  10. Barto dirimu belum ikhlas memaafkan drling… 🙂

  11. Kok aku kelewatan postingan ini yaa ..??
    Mbak Ade marah, aku kok malah pingin ketawa

    *ayo, mari salahkan PMS*
    lucu banget (rofl)

  12. PMS memang paling gampang disalah2in, abis ga bakal protes sich. It takes time, uni…banyak orang bilang time will heal the pain, tapi keikhlasan yg buatku bisa membuat kita lebih lega 🙂 dan ilmu ikhlas itu perlu dipelajari

  13. Mengapa..?
    Karena Hati Manusia suka menyimpan dan mempunya kapasitas memori yang luarbiasa besar dan gak kenal adanya fungsi “Ctrl+Alt+Del” atau “Delete All”….

    JAdi inget lagu “You are forgiven but not fotgotten..” (wasntme)

Speak Your Mind

*