Seperti biasa, setiap ke toko buku saya berbekal kupon diskon dan kali ini lumayan kupon diskonnya 30% untuk pembelian 1 buah buku di Borders. Tadinya mau beli bukunya Jodi Picoult lagi, tetapi begitu di depan pintu masuk ada buku2 best seller dan salah satunya ‘The year of fog’ yang ditulis oleh Michelle Richmond. Membaca sinopsis di belakang buku, saya langsung memutuskan untuk membeli buku ini. Tetapi kayaknya kok kurang sreg tanpa keliling2 dulu yaa.. hehehehe..
Hubby seperti biasa dah langsung menuju bagian majalah dan duduk manis di pojokan dekat ‘coffee shop’. Oiya, dari 2 buah toko buku yang sering saya kunjungi (Borders dan Barnes & Nobles), selalu ada coffee shop di dalam toko. Jadi, pengunjung bisa baca buku sambil menyesap kopi di tempat duduk yang disesiakn. Bukunya ga mesti beli dulu loo.. Enak kan.. jadi bisa baca2 tanpa membeli (wink)
Eh, mau cerita tentang buku atau toko buku sih sebenernya hehehehe.. Kempbali ke topik semula tentang buku yang saya beli ini yaa..
Ceritanya tentang Abby seorang fotografer yang segera akan menikah dengan tunangannya – Jake. Jake mempunyai seorang anak perempuan anak perempuan bernama Emma. Life is just so perfect for Abby. Hingga pada suatu siang ketika Abby mengajak Emma bermain ke tepi pantai, something happened in a split second that changes her life forever. Cuman karena keasikan memotret burung camar yang mati di tepi pantai, Abby ga memperhatikan Emma yang menjauh dan kemudian menghilang dari pandangan matanya. Terlambat menyadarinya, Emma dah menghilang di telan kabut.
Sejak saat itu, hidup Abby berubah. Setiap hari hanya punya 1 tujuan yaitu menemukan kembali Emma. Bahkan ketika Jake sang ayah memutuskan untuk menyerah setelah 9 bulan berlalu, Abby tetap yakin bahwa Emma masih hidup dan menunggu untuk diselamatkan. Hilangnya Emma juga menyebabkan retaknya hubungan Jake dan Abby. Seiring bertambahnya hari sejak hilangnya Emma, semakin memperjauh jarak antara keduanya.
Membaca buku ini membuat saya larut dalam tulisan penulisnya, begitu deskriptif sehingga saya bisa membayangkan sosok Emma, Jake, Abby dan hubungan yang terjalin antara ketiganya. Pengen cepet selesai, karena pengen tahu akhirnya apakah Emma bisa ditemukan atau tidak dan kelanjutan hubungan Abby dan Jake.
Bagaimana perjuangan Abby untuk berusaha mengingat semua detail saat2 sebelum menghilangnya Abby dalam upaya menemukan petunjuk tentang hilangnya Emma, dari mulai membayangkan kembali, datang setiap hari ke pantai, dan menggunakan cara hipnotis.
Abby akhirnya menemukan Emma setelah hampir satu tahun melakukan pencarian. Tetapi hubungannya dengan Jake dah terlanjur rusak. Happy ending dengan ditemukannya Emma, tetapi sad ending dengan berakhirnya hubungan Jake dan Abby.
Ada banyak hal tentang memori dan fotografi. Tentang sifat alami manusia yang ingin mengabadikan setiap momen bersejarah dalam hidupnya dengan fotografi. It is a good book, indeed.
Note : Gambari diambil dari sini

Recent Comments