My Sister's Keeper
Ini adalah buku Jodi Picoult pertama yang saya baca. Dah lama buku ini jadi wish list saya, Alhamdulillah akhirnya kesampean juga (bow)
Sejak pertama kali baca ringkasan cerita di halaman belakang buku ini waktu hunting buku di Gramedia, saya udah narok buku ini di keranjang belanjaan. Tapi setelah mau bayar dan itung2 ternyata buku yang dalam keranjang dan jumlah uang di dompet ga berbanding lurus (sad) jadinya mau ga mau, ada buku yang harus dikembalikan ke raknya lagi. Maaf ya buku (wink) dan Judi termasuk buku yang saya tarok kembali di raknya. Secara buku lainnya dari pengarang yang sudah biasa saya baca dan saya sukai. Saya termasuk orang yang setia *hayah, ngaku2 (rock) * jadi klo dah suka satu pengarang, pasti klo ada bukunya yang lain, akan saya beli atau minimal pinjem deh *ga modal mode on*
Akhirnya, kemaren waktu ada diskon di Borders, Judi resmi jadi penghuni rak buku saya.. horee (dance)
Intronya kepanjangan kayaknya yaa.. hehehehe gpp yaa..
My Sister’s Keeper bercerita tentang kisah Anna, yang kelahirannya sudah direncanakan untuk menjadi donor ‘bone marrow’ untuk sang kakak, Kate, yang punya ‘acute promyelotic leukimia’. Dengan adanya kemajuan teknologi, kelahiran Anna diharapkan menjadi donor yang cocok untuk Kate. Sungguh mengharukan, bagaimana Anna berfikir bahwa ia lahir dengan tujuan yang jelas, dan jika kasus Kate tidak pernah ada maka ia pun ga akan lahir ke dunia.
Sejak kecil, Anna sudah menjalani bermacam2 operasi untuk kepentingan sang kakak. Puncaknya sewaktu sang kakak membutuhkan ginjal dan saat itu usia Anna 13 tahun. Anna kemudian mendatangi seorang pengacara untuk mewakilinya untuk melawan orang tuanya di persidangan karena ia merasa punya hak atas tubuhnya dan ia tidak ingin mendonorkan ginjalnya pada sang kakak.
Sebagai pembaca buku, kita dibawa hanyut akan konflik keluarga ini. Tidak hanya kasus Anna, tapi juga Jesse, anak paling tua di keluarga ini. Bagaimana ia mencari pelampiasan kurangnya perhatian orang tuanya dengan melakukan hal2 yang tak terpikirkan oleh anak seusianya.
Sejak Kate didiagnosa mempunyai leukimia, orang tua mereka disibukkan dan lebih fokus dengan Kate.
Alasan Anna untuk tidak mau mendonorkan ginjalnya baru terungkap di halaman2 akhir buku. Anna mengungkapkan di persidangan, bahwa alasannya sebenarnya ia melakukan hal ini karena Kate. Kate lah yang meminta Anna untuk tidak mengabulkan permintaan orang tuanya untuk memberikan ginjalnya. Kate lah yang dengan memohon Anna untuk tidak memberikan ginjalnya. Karena Kate sudah capek dengan segala ritual medis dan tidak mau lagi adanya intervensi pada tubuhnya.
Duh, buku ini sukses membuat saya tersedu-sedu saat membacanya
Apalagi di bagian akhirnya, saat Anna meninggal karena tabrakan dan akhirnya mendonorkan ginjalnya pada Kate. Kisahnya di akhiri dengan saat Kate dewasa yang bisa hidup normal kembali setelah transplantasi ginjal dari Anna.
Siap2 deket tissue ya klo baca buku ini… Nangis bombay soalnya.. palagi dah mau bagian akhir.. huhuhuhu.. Jadi pengen baca bukunya Judi Picoult yang lain. Ada yang mau beliin? (angel)
Saya belajar, bahwa kita ga bisa menghakimi seseorang atas tindakan yang dilakukannya. We have to know the reason behind, before we judge them. We have to be in their shoes.
No one starts a war – or rather, no one in his sense ought to do so – with0ut first being clear in his mind what he intends to achieve by that war and how he intends to conduct it – Carl Von Clausewitz



Recent Comments