Seandainya…

Seandainya semua orang memikirkan perasaan orang lain sebelum melakukan atau mengugkapkan sesuatu

atau

Seandainya semua orang mudah memberikan maaf

Mungkin tak akan ada kebencian, permusuhan atau bahkan peperangan di muka dunia ini.

:D

Hmmm on the second thought,  ga rame kli ya klo gitu hehehehe *devilish laugh*

Category: mumbling  Tags:  26 Comments

Happy Birthday, Honey!

Today is my hubby’s birthday and launching of his blog!

Here he will share his passion for airplane thingy and photography.

He used to write it in the forum, so i thought  it would be nice if it’s documented well in his own blog.

Pls come and feel free to leave a comment! ;-)

Happy birhtday, honey!

Age isn’t a matter unless you’re a cheese or wine ;-)

Category: family  Tags: ,  22 Comments

Alhamdulillah

Setelah berhari2 kepala panas, muka ditekuk, pikiran ga tenang *hahay lebay*, gara2 link buat log in ga bisa diakses dan kemudian blog ini sukses blank total. Alhamudulillah akhirnya problemnya dapat teratasi. Berkat bantuan Gilang niy, dengan dipandu dari YM dan Gie dengan mata mengantuk sukses memberikan step by step supaya blog ini back to life lagi hihihihi..

Mohon maaf buat yang udah meninggalkan komen dari tgl 12 Desember, karena backup yang saya punya sampai dengan tgl 11 Desember hiks.. Jadinya yang komen setelah tanggal itu, ilang deh :-(

Berkurang sudah satu beban pikiran, sekarang tinggal satu yang masih bikin deg2an target bulan ini di Oriflame *hehehehe teutep*

Sekian dulu updatenya :-)

Category: blogging  Tags: ,  52 Comments

2012

***Spoiler Alert***

Udah nonton 2012? Saya udah hehehe pamer dot com. Penasaran banget mau nonton film ini sejak liat iklannya di tv. Penasaran soalnya ceritanya tentang kiamat yang diramalkan oleh suku Maya jaman dahulu kala bahwa dunia akan berakhir pada tanggal 21 – 12 – 2012 (kok ga 20 – 12 – 2012 ya? kan lebih cakepan angkanya hehehe). Penasaran gimana endingnya, soalnya tipikal film2 Hollywood yang jagoan selalu menang di akhir film. Jadi pengen tau gimana mereka menyelamatkan diri di hari terakhir bumi itu.

Berawal dari temuan seorang ilmuwan asal India yang melihat perubahan  peningkatan suhu yang signifikan pada air di inti bumi. Hal ini diperkirakan dapat menyebabkan hancurnya planet bumi di beberapa tahun kemudian. Kemudian berdasarkan temuan ini, dibuatlah rencana untuk menyelamatkan 400,000 manusia terpilih (hayah, saya bakalan kepilih ga ya di sana hehehe). Ini hasil rundingan semua negara2 besar di dunia. Untuk membiayai proyek ini, para orang2 terkaya di dunia dimintai tolong dengan imbalan mereka akan mendapatkan tempat nantinya. Ga tanggung2 biayanya per orang mencapai $2 billion (heh, duit semua apa tu ya).

Dari sinilah nantinya konfliknya terjadi, karena pada saat itu datang, yang bisa naik ke kapal penyelamat itu hanya orang2 yang dipilih dan para pendonor tadi. Sementara para pekerja yang membuat pesawat ini ga diperkenankan untuk masuk.

Satu quote dari film ini yang saya inget adalah kata2nya Adrian Helmsley ketika dia meminta para pemimpin dunia itu mengijinkannya untuk membuka pintu pesawat supaya orang2 berdiri di pinggir landasan bisa kebagian masuk. Dia bilang “When we stop fighting for each others, that the day we lost the humanity”. Bisa ditebak, pintu akhirnya dibuka dan semua orang berbondong2 masuk pesawat.

Ada air mata, senyum dan tarikan nafas lega waktu nonton film ini. Jadi inget dosa, jadi inget masih bolong2 sholatnya, jadi inget masih banyak yang belum saya lakukan. Hiks

If today were your last day on Earth? How would you spend it?

Category: review  Tags: , , ,  63 Comments

Roti cane dan foto2 itu

Ibu saya dulu kerja di sebuah apotik yang lokasinya bersebelahan dengan Restoran Kubang di Padang. Jadi, setiap pulang dari apotik selalu bawa oleh2 makanan dari Resto Kubang. Ga selalu ding hehehe.. Makanan khasnya itu Martabak Kubang, bentuk dan rasanya mirip2 sama martabak telor tapi martabak kubang lebih banyak isinya dan rasanya lebih berasa rempah2nya. Selain martabak, ada juga yang namanya roti cane. Roti cane ini dibuat dari kulitnya martabak, cuman kulitnya aja tanpa daging. Dimakannya bisa dengan kuah martabak atau kalau saya lebih suka dimakan pake gula. Hmmm.. maknyus.

Waktu pindahan, sang empunya rumah memberikan beberapa kemasan Roti Paratha untuk kita. Ada 2 rasa, polos/plain dan rasa bawang. Yang udah dicobain itu yang rasa bawang. Bentuknya kayak kulit martabak. Makanya saya penasaran, jangan2 yang polos/plain rasanya mirip roti cane.. hhmmm

Penampakan Kemasan Roti Paratha

Penampakan Kemasan Roti Paratha

Jadi, buat sarapan hari ini saya cobain deh bikin Roti Paratha yang polos itu.  Cara masaknya gampang kok, tinggal tarok di wajan penggorengan dan ga perlu pake minyak goreng. Kalo satu sisi udah keliatan mateng, trus dibalik biar sisi yang lainnya juga mateng. Begitu mateng, saya taburi gula dan ga sabar buat nyicipin.. Dan, ternyata rasanya sama kayak roti cane. Saat makan roti, ingatan saya melayang ke masa kecil..

Bentuk mentah

Bentuk mentah sebelum dimasak

Tarok di penggorengan

Tarok di penggorengan

Mateng deh.. :-)

Mateng deh.. :-)

Taburi gula dan siap untuk disantap.. hmm yummy

Taburi gula dan siap untuk disantap.. hmm yummy

Roti Paratha kemasan ini adalah produk Singapura dan dijual di supermarket yang menjual khusus produk2 buatan Asia.

Dan mumpung ni postingan dah banyak foto2 sekalian saya mau upload foto2 rumah baru yaa.. hehehe.. Foto2 rumah lama bisa diliat di postingan yang ini

Fav spot for browsing :-)

Fav spot for browsing :-)

Dapur

Dapur

Ruang makan

Ruang makan

Sekarang semua ada di lantai yang sama, dari ruang makan, ruang tv, dapur kamar dan kamar mandi. Makin dikit aja geraknya hehehehe.. naik turun tangga klo mau ke luar rumah aja, secara pintu masuk dan garasi adanya di lantai dasar.

PROTECT YOUR FAMILY GET QUOTE
Mortgages
Life Insurance
Buy to Let Mortgages
Private Medical Insurance