Archive for the Category »hobby «

Hidup bagaikan sudoku

Saya suka banget maen Sudoku. Sudoku itu permainan meletakkan angka di sebuah kotak besar. Kotak besar ini terdiri dari 9 x 9 kotak kecil yang terbagi dalam 3 x 3 sub kotak. Angka2 yang diletakkan dalam kotak kecil ini adalah angka 1 sampai 9 dan tidak boleh ada pengulangan atau angka double dalam 1 baris atau dalam 1 kolom. Dan juga tidak boleh ada pengulangan angka dalam sub kotak 3 x 3 itu. Mulai bingung? saya juga :ngakak:

Klo belum pernah maen, keliatannya susah banget dan kayaknya ga bakalan mungkin bisa narok angka2 itu di situ. Tapi klo udah tau kuncinya, tada.. pelan2 angka2 itu bakalan tersusun dengan rapi dalam kotak2 kosong.

Dalam satu ketika, pasti ada rintangan kok kayaknya dah mentok dan ga bisa melangkah lagi. Tapi, klo diinget2 lagi, sudoku dibuat untuk dipecahkan bukan buat diliat2 aja hehehe.. Tarik napas dulu.. alihkan perhatian dulu bentar, trus baru deh lanjutkan dengan hati dan kepala yang udah lebih jernih, sudoku pun akhirnya bisa dilanjutkan sampai selesai.

Sama kayak hidup kan.. banyak banget masalah dan kadang ngerasa kok ga nemu2 sih jalan keluarnya.. Itu tandanya untuk berhenti sebentar, jernihkan pikiran, wudhu terus sholat dulu.. Inget2 lagi klo masalah dikasih sama Allah adalah sesuai kemampuan kita hambanya dan ga mungkin dikasih yang kita ga bisa memecahkannya..

Trus klo sudokunya masih mentok aja, liat2 lagi angka2 sebelumnya yang dah diisi, ada yang salah tarok ga.. Klo ga nemu juga salahnya dimana, tinggal diapus aja angka2 yang udah diisi (makanya ngisi sudoku disaranin pake pensil, supaya suatu saat bisa dipaus lagi). Ulang lagi dari awal. Awal baru, semangat baru.

Dalam hidup, pastinya kita buat salah juga kan.. Menghapusnya tentunya dengan minta maaf dan memulai kembali. Everyone deserves a second chance, right? :wink:

Selamat bermain sudoku, kawan!

Gambar diambil dari wikipedia.

Category: daylife, hobby  Tags: ,  79 Comments

Cafe mom’s addiction

Gara2nya liat iklan cafe mom waktu lagi maen Restaurant City di Facebook. Iklannya bikin penasaran, jadinya dengan sangat ingin tau saya klik deh :-D

Cafe mom itu ternyata semacam game online, khusus buat ibu2 terutama penggemar kopi :wink:

Ceritanya kita punya sebuah kedai kopi dan melayani pelanggan. Kita dibekali 24 energi yang akan digunakan untuk membuat kopi pesanan. Setiap kali membuat kopi, energinya akan berkurang sebanyak 3 poin. Jadi, dengan melayani 8 orang pembeli, maka energi kita akan drop ke angka 0. Energi ini akan otomatis me-recharge kembali. Setiap menit akan me-recharge 1 energi. Nah, selama menunggu ini bisa digunakan untuk melihat forum tempat berkumpulnya para ibu2 anggota cafe mom. Atau bisa juga chat dengan teman sesama anggota cafe mom.

Setiap pembeli punya minuman favorit masing2. Tetapi pada saat memesan, mereka ga secara spesifik ngasih tau apa minuman favoritnya itu. Cuman ngasih tau sedikit petunjuk dan silahkan nebak sendiri apakah itu :wink: Klo salah, tulisan di jurnalnya akan berwarna merah dan ngasih tau klo si pembeli klo mereka ga suka dengan minumannya. Klo ga suka, mereka biasanya ga ngasih uang yang klo di cafe mom berupa Java bucks tetapi cuman mendatangkan poin experience aja buat kita.  Klo suka tapi bukan minuman favoritnya, tulisannya akan berwarna putih, ngasih uang dan experience yang ga sebesar klo dikasih minuman favoritnya. Klo yang kita kasih adalah minuman favoritnya, tulisan di jurnal akan berwarna hijau dan pembeli kadang ga segan2 ngasih tips (di luar uang yang diberikan) dan ninggalin pernik2 yang biasanya bisa digunakan buat membuat kopi. Tergantung orangnya, klo Hakim biasanya ngasih magic syrup, klo Yoga Instructor ngasihnya kayu manis. Buat tau minuman favorit masing2 pelanggan bisa diliat di forum atau bisa juga dengan melihat profilnya top player.

Uang yang dah terkumpul bisa dipake buat beli berbagai macam resep kopi atau peralatan kedai kopi seperti pot bunga, keranjang, payung atau bahkan perosotan eh apa ya nama kerennya yaa :ngakak:. Peralatan ini bisa mengundang pelanggan lain untuk datang ke kedai kopi kita. Contohnya perosotan, bisa datengin new mom dan klo kita bisa nebak minuman favoritnya, new mom akan bilang temennya super hero supaya dateng ke kedai kopi kita. Super hero ini suka ninggalin super power sugar yang dibutuhkan buat bikin minuman favoritnya School bully.

Sementara experience yang didapatkan, gunanya untuk naik level. Jadi setiap poin experience tertentu, akan mencapai level tertentu juga. Saat ini saya dah di level 20 dan punya 2 buah kedai kopi.. Yihaa :dance:

Selain itu, ada lokasinya juga. Jadi klo dah di level tertentu dan punya sejumlah uang kita bisa pindah dan buka kedai kopi di tempat lain yang ada di peta.

Pokoknya seruuu.. klo diceritain kayaknya makin panjang aja hahaha.. Jadi mendingan cobain sendiri aja yaa.. :wink:

Catatan perjalanan

Hari Sabtu kemaren, kita jalan2 ke Philadelphia Premium Outlet. Kayak factory outlet gitu, jadi barang2 dengan merek terkenal dengan harga miring. Berangkat dari rumah udah agak siangan. Matahari masih bersinar dengan terangnya. Perjalanan agak tersendat ketika masuk jalan tol, ternyata di depan ada kecelakaan jadinya ada ruas jalan yang ditutup. Makanya macet banget. Bener2 padat merayap, jadi inget Jakarta :-D

Selama macet, lihat kanan kiri, depan belakang. Eh nemu pemandangan menarik, di depan mobil kita adalah mobil convertible. Mobil yang atapnya bisa dibuka dan ditutup. Saat itu, atapnya dalam keadaan terbuka. Yang nyupir lagi asik nelpon di hapenya. Trus saya bilang sama suami, gimana klo tiba2 hujan deras n dia ga sempet nutup atapnya. Bodohnya saya, karena saya pikir atap mobil itu ditutup secara manual. Ga dong, nutupnya otomatis kata suami. Ow, jadi penasaran pengen liat gimana proses menutupnya atap mobil tsb.

Lagi asik2 dengerin musik sambil nungguin macet, gerimis mulai jatuh. Dan mobil di depan, atapnya mulai naik perlahan2 secara otomatis.. Aha.. kesampean juga ngeliat prosesnya… hehehehe.. norak dot com

Karena kecelakaan dan jalanan ditutup dan dialihkan ke jalan biasa. Pemandangannya bagus, kayak jalan dari Bandung menuju Sumedang. Nyesel juga ga bawa kamera.

When it comes to beautiful moments we want to freeze time, and camera helps us to achieve it. Makanya seneng foto2 *bukan narsis loo yaa hehehe ngeles dot com*

Sayangnya kemudian hujan turun dengan amat sangat deras, jadinya ga bisa menikmati pemandangan lagi. Sampai di tempat tujuan, hujan masih saja mengguyur bumi dengan derasnya. Dan karena parkirannya terbuka, jadinya kita nunggu hujan reda dalam mobil. Lupa bawa payung hiks…

Sambil nunggu hujan reda, saya iseng ngeliatin langit yang kelam. Still on the dark and cloudy sky, you can see the silver lining. Awan kelampun perlahan2 beranjak pergi dan hujan pun mulai reda. Seakan mengingatkan saya, setiap masalah akan berlalu dan selalu ada jalan keluar.

Senangnya hari ini, perjalanan yang menyenangkan dan saya menemukan tempat belanja buku murah meriah di sana :-D Jadi, belanja buku lagi deh (dance)

The year of fog

Seperti biasa, setiap ke toko buku saya berbekal kupon diskon dan kali ini lumayan kupon diskonnya 30% untuk pembelian 1 buah buku di Borders. Tadinya mau beli bukunya Jodi Picoult lagi, tetapi begitu di depan pintu masuk ada buku2 best seller dan salah satunya ‘The year of fog’ yang ditulis oleh Michelle Richmond. Membaca sinopsis di belakang buku, saya langsung memutuskan untuk membeli buku ini. Tetapi kayaknya kok kurang sreg tanpa keliling2 dulu yaa.. hehehehe..

Hubby seperti biasa dah langsung menuju bagian majalah dan duduk manis di pojokan dekat ‘coffee shop’. Oiya, dari 2 buah toko buku yang sering saya kunjungi (Borders dan Barnes & Nobles), selalu ada coffee shop di dalam toko. Jadi, pengunjung bisa baca buku sambil menyesap kopi di tempat duduk yang disesiakn. Bukunya ga mesti beli dulu loo.. Enak kan.. jadi bisa baca2 tanpa membeli (wink)

Eh, mau cerita tentang buku atau toko buku sih sebenernya hehehehe.. Kempbali ke topik semula tentang buku yang saya beli ini yaa..

Ceritanya tentang Abby seorang fotografer yang segera akan menikah dengan tunangannya – Jake. Jake mempunyai seorang anak perempuan anak perempuan bernama Emma. Life is just so perfect for Abby. Hingga pada suatu siang ketika Abby mengajak  Emma bermain ke tepi pantai, something happened in a split second that changes her life forever. Cuman karena keasikan memotret burung camar yang mati di tepi pantai, Abby ga memperhatikan Emma yang menjauh dan kemudian menghilang dari pandangan matanya. Terlambat menyadarinya, Emma dah menghilang di telan kabut.

Sejak saat itu, hidup Abby berubah. Setiap hari hanya punya 1 tujuan yaitu menemukan kembali Emma. Bahkan ketika Jake sang ayah memutuskan untuk menyerah setelah 9 bulan berlalu, Abby tetap yakin bahwa Emma masih hidup dan menunggu untuk diselamatkan. Hilangnya Emma juga menyebabkan retaknya hubungan Jake dan Abby. Seiring bertambahnya hari sejak hilangnya Emma, semakin memperjauh jarak antara keduanya.

Membaca buku ini membuat saya larut dalam tulisan penulisnya, begitu deskriptif sehingga saya bisa membayangkan sosok Emma, Jake, Abby dan hubungan yang terjalin antara ketiganya. Pengen cepet selesai, karena pengen tahu akhirnya apakah Emma bisa ditemukan atau tidak dan kelanjutan hubungan Abby dan Jake.

Bagaimana perjuangan Abby untuk berusaha mengingat semua detail saat2 sebelum menghilangnya Abby dalam upaya  menemukan petunjuk tentang hilangnya Emma, dari mulai membayangkan kembali, datang setiap hari ke pantai, dan menggunakan cara hipnotis.

Abby akhirnya menemukan Emma setelah hampir satu tahun melakukan pencarian. Tetapi hubungannya dengan Jake dah terlanjur rusak. Happy ending dengan ditemukannya Emma, tetapi sad ending dengan berakhirnya hubungan Jake dan Abby.

Ada banyak hal tentang memori dan fotografi. Tentang sifat alami manusia yang ingin mengabadikan setiap momen bersejarah dalam hidupnya dengan fotografi. It is a good book, indeed.

Note : Gambari diambil dari sini

Category: hobby, review  Tags:  82 Comments

My Sister's Keeper

Ini adalah buku Jodi Picoult pertama yang saya baca. Dah lama buku ini jadi wish list saya, Alhamdulillah akhirnya kesampean juga (bow)

Sejak pertama kali baca ringkasan cerita di halaman belakang buku ini waktu hunting buku di Gramedia, saya udah narok buku ini di keranjang belanjaan. Tapi setelah mau bayar dan itung2 ternyata buku yang dalam keranjang dan jumlah uang di dompet ga berbanding lurus  (sad) jadinya mau ga mau, ada buku yang harus dikembalikan ke raknya lagi. Maaf ya buku (wink) dan Judi termasuk buku yang saya tarok kembali di raknya. Secara buku lainnya dari pengarang yang sudah biasa saya baca dan saya sukai. Saya termasuk orang yang setia *hayah, ngaku2  (rock) * jadi klo dah suka satu pengarang, pasti klo ada bukunya yang lain, akan saya beli atau minimal pinjem deh *ga modal mode on*

Akhirnya, kemaren waktu ada diskon di Borders, Judi resmi jadi penghuni rak buku saya.. horee (dance)

Intronya kepanjangan kayaknya yaa.. hehehehe gpp yaa..

My Sister’s Keeper bercerita tentang kisah Anna, yang kelahirannya sudah direncanakan untuk menjadi donor ‘bone marrow’ untuk sang kakak, Kate, yang punya ‘acute promyelotic leukimia’. Dengan adanya kemajuan teknologi, kelahiran Anna diharapkan menjadi donor yang cocok untuk Kate. Sungguh mengharukan, bagaimana Anna berfikir bahwa ia lahir dengan tujuan yang jelas, dan jika kasus Kate tidak pernah ada maka ia pun ga akan lahir ke dunia.

Sejak kecil, Anna sudah menjalani bermacam2 operasi untuk kepentingan sang kakak. Puncaknya sewaktu sang kakak membutuhkan ginjal dan saat itu usia Anna 13 tahun. Anna kemudian mendatangi seorang pengacara untuk mewakilinya untuk melawan orang tuanya di persidangan karena ia merasa punya hak atas tubuhnya dan ia tidak ingin mendonorkan ginjalnya pada sang kakak.

Sebagai pembaca buku, kita dibawa hanyut akan konflik keluarga ini. Tidak hanya kasus Anna, tapi juga Jesse, anak paling tua di keluarga ini. Bagaimana ia mencari pelampiasan kurangnya perhatian orang tuanya dengan melakukan hal2 yang tak terpikirkan oleh anak seusianya.

Sejak Kate didiagnosa mempunyai leukimia, orang tua mereka disibukkan dan lebih fokus dengan Kate.

Alasan Anna untuk tidak mau mendonorkan ginjalnya baru terungkap di halaman2 akhir buku. Anna mengungkapkan di persidangan, bahwa alasannya sebenarnya ia melakukan hal ini karena Kate. Kate lah yang meminta Anna untuk tidak mengabulkan permintaan orang tuanya untuk memberikan ginjalnya. Kate lah yang dengan memohon Anna untuk tidak memberikan ginjalnya. Karena Kate sudah capek dengan segala ritual medis dan tidak mau lagi adanya intervensi pada tubuhnya.

Duh, buku ini sukses membuat saya tersedu-sedu saat membacanya :cry: Apalagi di bagian akhirnya, saat Anna meninggal karena tabrakan dan akhirnya mendonorkan ginjalnya pada Kate. Kisahnya di akhiri dengan saat Kate dewasa yang bisa hidup normal kembali setelah transplantasi ginjal dari Anna.

Siap2 deket tissue ya klo baca buku ini… Nangis bombay soalnya.. palagi dah mau bagian akhir.. huhuhuhu.. Jadi pengen baca bukunya Judi Picoult yang lain. Ada yang mau beliin? (angel)

Saya belajar, bahwa kita ga bisa menghakimi seseorang atas tindakan yang dilakukannya. We have to know the reason behind, before we judge them. We have to be in their shoes.

No one starts a war – or rather, no one in his sense ought to do so – with0ut first being clear in his mind what he intends to achieve by that war and how he intends to conduct it – Carl Von Clausewitz

Category: hobby, review  Tags: , ,  39 Comments
PROTECT YOUR FAMILY GET QUOTE
Mortgages
Life Insurance
Buy to Let Mortgages
Private Medical Insurance
Rss Feed Tweeter button Facebook button Technorati button Reddit button Linkedin button Webonews button Delicious button Digg button Flickr button Stumbleupon button Newsvine button Youtube button