Archive for the Category »review «

2012

***Spoiler Alert***

Udah nonton 2012? Saya udah hehehe pamer dot com. Penasaran banget mau nonton film ini sejak liat iklannya di tv. Penasaran soalnya ceritanya tentang kiamat yang diramalkan oleh suku Maya jaman dahulu kala bahwa dunia akan berakhir pada tanggal 21 – 12 – 2012 (kok ga 20 – 12 – 2012 ya? kan lebih cakepan angkanya hehehe). Penasaran gimana endingnya, soalnya tipikal film2 Hollywood yang jagoan selalu menang di akhir film. Jadi pengen tau gimana mereka menyelamatkan diri di hari terakhir bumi itu.

Berawal dari temuan seorang ilmuwan asal India yang melihat perubahan  peningkatan suhu yang signifikan pada air di inti bumi. Hal ini diperkirakan dapat menyebabkan hancurnya planet bumi di beberapa tahun kemudian. Kemudian berdasarkan temuan ini, dibuatlah rencana untuk menyelamatkan 400,000 manusia terpilih (hayah, saya bakalan kepilih ga ya di sana hehehe). Ini hasil rundingan semua negara2 besar di dunia. Untuk membiayai proyek ini, para orang2 terkaya di dunia dimintai tolong dengan imbalan mereka akan mendapatkan tempat nantinya. Ga tanggung2 biayanya per orang mencapai $2 billion (heh, duit semua apa tu ya).

Dari sinilah nantinya konfliknya terjadi, karena pada saat itu datang, yang bisa naik ke kapal penyelamat itu hanya orang2 yang dipilih dan para pendonor tadi. Sementara para pekerja yang membuat pesawat ini ga diperkenankan untuk masuk.

Satu quote dari film ini yang saya inget adalah kata2nya Adrian Helmsley ketika dia meminta para pemimpin dunia itu mengijinkannya untuk membuka pintu pesawat supaya orang2 berdiri di pinggir landasan bisa kebagian masuk. Dia bilang “When we stop fighting for each others, that the day we lost the humanity”. Bisa ditebak, pintu akhirnya dibuka dan semua orang berbondong2 masuk pesawat.

Ada air mata, senyum dan tarikan nafas lega waktu nonton film ini. Jadi inget dosa, jadi inget masih bolong2 sholatnya, jadi inget masih banyak yang belum saya lakukan. Hiks

If today were your last day on Earth? How would you spend it?

Category: review  Tags: , , ,  63 Comments

Bedanya..

Nerusin cerita soal pindahan kemaren, saya mau nulis tentang beda antara apartemen dan condo. Ini berdasarkan riset ala saya.. Riset di sini maksudnya hasil bertanya kepada om google tentang beda antara apartemen dan condo di US, trus klik link yang direkomendasiin hehehehe :-D

Okay.. Apartemen itu adalah beberapa unit yang disewakan. Biasanya satu kompleks apartemen dimiliki oleh satu orang/organisasi yang sama. Sementara condo itu dimiliki oleh perorangan. Keduanya sama2 terletak dalam satu kompeks. Pemilik condo terikat oleh peraturan yang dibuat bersama pemilik condo (Association’s Covenants, Conditions and Restrictions (CC&Rs)) dan jika melanggar peraturan akan ada denda tertentu. Trus setiap bulan ada kewajiban buat bayar condo’s fees yang digunakan untuk perawatan lingkungan sekitar condo, asuransi, keamanan dll. Sementara apartemen, kita ga perlu kawatir soal itu soalnya udah termasuk dalam uang sewa yang dibayar tiap bulannya. Keuntungannya dengan mempunyai condo daripada menyewa apartemen adalah bunga cicilan condo bisa dipake buat ngurangin pajak sementara uang sewa apartemen ga bisa. Condo bisa disewakan atau ga tergantung dari CC&Rs tadi. Jadi, buat investasi banyak orang yang menyewakan condonya buat bayar cicilan/mortgage.

Hmm, mudah2an bahasanya bisa dimengerti yaa.. hihihi baru pertama kali nih bikin postingan informasi gini.. ;-)

Foto2 nyusul yaa.. fotografernya masih sibuk, belum sempet motret hihihi

Category: review  Tags: , ,  41 Comments

Cafe mom’s addiction

Gara2nya liat iklan cafe mom waktu lagi maen Restaurant City di Facebook. Iklannya bikin penasaran, jadinya dengan sangat ingin tau saya klik deh :-D

Cafe mom itu ternyata semacam game online, khusus buat ibu2 terutama penggemar kopi :wink:

Ceritanya kita punya sebuah kedai kopi dan melayani pelanggan. Kita dibekali 24 energi yang akan digunakan untuk membuat kopi pesanan. Setiap kali membuat kopi, energinya akan berkurang sebanyak 3 poin. Jadi, dengan melayani 8 orang pembeli, maka energi kita akan drop ke angka 0. Energi ini akan otomatis me-recharge kembali. Setiap menit akan me-recharge 1 energi. Nah, selama menunggu ini bisa digunakan untuk melihat forum tempat berkumpulnya para ibu2 anggota cafe mom. Atau bisa juga chat dengan teman sesama anggota cafe mom.

Setiap pembeli punya minuman favorit masing2. Tetapi pada saat memesan, mereka ga secara spesifik ngasih tau apa minuman favoritnya itu. Cuman ngasih tau sedikit petunjuk dan silahkan nebak sendiri apakah itu :wink: Klo salah, tulisan di jurnalnya akan berwarna merah dan ngasih tau klo si pembeli klo mereka ga suka dengan minumannya. Klo ga suka, mereka biasanya ga ngasih uang yang klo di cafe mom berupa Java bucks tetapi cuman mendatangkan poin experience aja buat kita.  Klo suka tapi bukan minuman favoritnya, tulisannya akan berwarna putih, ngasih uang dan experience yang ga sebesar klo dikasih minuman favoritnya. Klo yang kita kasih adalah minuman favoritnya, tulisan di jurnal akan berwarna hijau dan pembeli kadang ga segan2 ngasih tips (di luar uang yang diberikan) dan ninggalin pernik2 yang biasanya bisa digunakan buat membuat kopi. Tergantung orangnya, klo Hakim biasanya ngasih magic syrup, klo Yoga Instructor ngasihnya kayu manis. Buat tau minuman favorit masing2 pelanggan bisa diliat di forum atau bisa juga dengan melihat profilnya top player.

Uang yang dah terkumpul bisa dipake buat beli berbagai macam resep kopi atau peralatan kedai kopi seperti pot bunga, keranjang, payung atau bahkan perosotan eh apa ya nama kerennya yaa :ngakak:. Peralatan ini bisa mengundang pelanggan lain untuk datang ke kedai kopi kita. Contohnya perosotan, bisa datengin new mom dan klo kita bisa nebak minuman favoritnya, new mom akan bilang temennya super hero supaya dateng ke kedai kopi kita. Super hero ini suka ninggalin super power sugar yang dibutuhkan buat bikin minuman favoritnya School bully.

Sementara experience yang didapatkan, gunanya untuk naik level. Jadi setiap poin experience tertentu, akan mencapai level tertentu juga. Saat ini saya dah di level 20 dan punya 2 buah kedai kopi.. Yihaa :dance:

Selain itu, ada lokasinya juga. Jadi klo dah di level tertentu dan punya sejumlah uang kita bisa pindah dan buka kedai kopi di tempat lain yang ada di peta.

Pokoknya seruuu.. klo diceritain kayaknya makin panjang aja hahaha.. Jadi mendingan cobain sendiri aja yaa.. :wink:

The year of fog

Seperti biasa, setiap ke toko buku saya berbekal kupon diskon dan kali ini lumayan kupon diskonnya 30% untuk pembelian 1 buah buku di Borders. Tadinya mau beli bukunya Jodi Picoult lagi, tetapi begitu di depan pintu masuk ada buku2 best seller dan salah satunya ‘The year of fog’ yang ditulis oleh Michelle Richmond. Membaca sinopsis di belakang buku, saya langsung memutuskan untuk membeli buku ini. Tetapi kayaknya kok kurang sreg tanpa keliling2 dulu yaa.. hehehehe..

Hubby seperti biasa dah langsung menuju bagian majalah dan duduk manis di pojokan dekat ‘coffee shop’. Oiya, dari 2 buah toko buku yang sering saya kunjungi (Borders dan Barnes & Nobles), selalu ada coffee shop di dalam toko. Jadi, pengunjung bisa baca buku sambil menyesap kopi di tempat duduk yang disesiakn. Bukunya ga mesti beli dulu loo.. Enak kan.. jadi bisa baca2 tanpa membeli (wink)

Eh, mau cerita tentang buku atau toko buku sih sebenernya hehehehe.. Kempbali ke topik semula tentang buku yang saya beli ini yaa..

Ceritanya tentang Abby seorang fotografer yang segera akan menikah dengan tunangannya – Jake. Jake mempunyai seorang anak perempuan anak perempuan bernama Emma. Life is just so perfect for Abby. Hingga pada suatu siang ketika Abby mengajak  Emma bermain ke tepi pantai, something happened in a split second that changes her life forever. Cuman karena keasikan memotret burung camar yang mati di tepi pantai, Abby ga memperhatikan Emma yang menjauh dan kemudian menghilang dari pandangan matanya. Terlambat menyadarinya, Emma dah menghilang di telan kabut.

Sejak saat itu, hidup Abby berubah. Setiap hari hanya punya 1 tujuan yaitu menemukan kembali Emma. Bahkan ketika Jake sang ayah memutuskan untuk menyerah setelah 9 bulan berlalu, Abby tetap yakin bahwa Emma masih hidup dan menunggu untuk diselamatkan. Hilangnya Emma juga menyebabkan retaknya hubungan Jake dan Abby. Seiring bertambahnya hari sejak hilangnya Emma, semakin memperjauh jarak antara keduanya.

Membaca buku ini membuat saya larut dalam tulisan penulisnya, begitu deskriptif sehingga saya bisa membayangkan sosok Emma, Jake, Abby dan hubungan yang terjalin antara ketiganya. Pengen cepet selesai, karena pengen tahu akhirnya apakah Emma bisa ditemukan atau tidak dan kelanjutan hubungan Abby dan Jake.

Bagaimana perjuangan Abby untuk berusaha mengingat semua detail saat2 sebelum menghilangnya Abby dalam upaya  menemukan petunjuk tentang hilangnya Emma, dari mulai membayangkan kembali, datang setiap hari ke pantai, dan menggunakan cara hipnotis.

Abby akhirnya menemukan Emma setelah hampir satu tahun melakukan pencarian. Tetapi hubungannya dengan Jake dah terlanjur rusak. Happy ending dengan ditemukannya Emma, tetapi sad ending dengan berakhirnya hubungan Jake dan Abby.

Ada banyak hal tentang memori dan fotografi. Tentang sifat alami manusia yang ingin mengabadikan setiap momen bersejarah dalam hidupnya dengan fotografi. It is a good book, indeed.

Note : Gambari diambil dari sini

Category: hobby, review  Tags:  82 Comments

Antara Twilight dan Blood for life

Saya baru aja nonton Twilight.. Iya barusan aja.. Ngaku.. huhuhu ga mungkin nonton di bioskop secara hubby ga suka film drama cicintaan gitu. Jadinya saya nonton nunggu sampe DVDnya release dan minjem dari Netflix.

Wew.. ternyata filmnya bagus yaa.. seneng liat aktingnya Bella dan Edward.. Adegan yang paling saya sukai adalah saat para vampire yang vegetarian (hehehehe istilahnya Edward buat vampire yang ga minum darah manusia) maen baseball saat hujan dan petir. Apalagi diiringi soundtrack dari Muse yang oke banget itu..

Cuman ada hal yang ga pas, diceritain klo keluarga cullen itu selalu ga masuk klo matahari sedang bersinar terang, tapi temen perempuannya Bella – yang diakhir film ketahuan klo termasuk golongan vampire juga – ga pernah absen tuh sekolahnya ga kayak the cullens.

Blood For Life

Trus apa hubungannya Twilight dan Blood for life, sodara2.. hehehehe ini sih bisa2nya saya aja.. Vampire itu kan minumnya darah kan yaa.. dan mereka ga milih2 mau manusia korbannya itu mau golongan darahnya apa. Tapi klo kita manusia, ga bisa kayak vampire. Kita punya golongan darah yang berbeda2, golongan darah tertentu cuman bisa menerima golongan darah tertentu aja. Makanya kadang klo sedang butuh donor darah sangat sulit untuk memperolehnya. Naa, ibu silly ini kemudian menggagas sebuah kegiatan yang bernama Blood for Life sebagai wadah berkumpulnya para pendonor dan penerima donor darah.

Saya berharap di Blood for life, tidak boleh ada pungutan apapun dalam hal ini, baik dari orang-orang yang tergabung untuk menyumbangkan darahnya… maupun dari orang yang menerima sumbangan darah tsb. Wadah ini harus bersifat social, jadi kalaupun ada “dana” yang terlibat, mungkin hanya biaya-biaya administrasi yang saya yakin pasti akan ada sendiri jalannya, entah dari mana datangnya. Silly – Blood for life

Kegiatan ini bermula dari sebuah email dari seorang pemerhati blognya silly. Tentang keprihatinannya mengenai susahnya mendapatkan donor darah.

Buat yang dah biasa donor dan buat yang belum pernah donor yuk gabung di kegiatan ini. Atau yang ga bisa donor darah karena kondisi yang ga memungkinkan, juga boleh gabung kok, siapa tau punya ide2 kreatif yang bisa disumbangkan. Intinya kegiatan ini terbuka untuk siapapun yang ingin bergabung dan memberikan kontribusi positif untuk gerakan ini.

Gimana caranya bergabung?

PROTECT YOUR FAMILY GET QUOTE
Mortgages
Life Insurance
Buy to Let Mortgages
Private Medical Insurance
Rss Feed Tweeter button Facebook button Technorati button Reddit button Linkedin button Webonews button Delicious button Digg button Flickr button Stumbleupon button Newsvine button Youtube button